BOOKS

THE LAST 2%: When love found it’s way…

the last 2_20140123140835

THE LAST 2%

 

Pengarang          : Kim Rang

Penerbit              : Haru, 2014

Halaman             : 414 halaman

Rating                : 10  *Recommended to read*

Novel ini definitely one of my fave novels!! Lovee it..!! Favorit gw abiiss…. baca ini ga krasa walopun tebelnya ajubilah.. bayangin aja 424 halaman bo! Dari sinopsisnya, gw sudah tertarik Cuma ga nyangka aja kalo ternyata baca dari halaman pertama ga bisa berhenti nyambung terus sampe halaman terkahir. Begitu habis pun masih kepengen baca ulang lagi.

Hmm.. Cerita ini dimulai dari sosok jeongha, si ratu pemenang undian yang selalu beruntung. Karena terlalu sering beruntung, sampai-sampai hampir seisi rumahnya dipenuhi oleh barang hasil menang undian. Dibalik keberuntungannya, Jeongha menyimpan ambisi untuk jadi penulis. Suatu hari Jeongha beruntung mendapatkan hadiah menginap sehari di Hotel mewah Arizona. Jeongha pun berencana mengajak pacarnya, Minsu untuk menginap bersamanya. Namun, saat Jeongha menjemput Minsu di airport secara diam-diam untuk memberinya kejutan, Ia melihat Minsu bermesraan dengan seorang wanita yang berpakaian merah seperti cabai. Dan kesalnya lagi ketika ditelpon, Minsu mengaku Jeongha adalah adiknya kepada pacar selingkuhannya didepan matanya. Karena semua temannya pada sibuk sendiri, alhasil Jeongha akhirnya menginap sendirian di hotel Arizona. Ketika Minsu menelponnya, Jeongha yang masih dalam keadaan bete luar biasa akhirnya berpura-pura sedang bermesraan dengan pria lain di kamar hotelnya. Ia mencium pergelangan tangannya dan mendesah-desah sendiri untuk memanas-manasi Minsu di telepon sebagai upaya balas dendam. Saat Jeongha mendesah-desah dan mengeluarkan suara kenikmatan palsu, tanpa ia sadari pria yang tinggal di kamar sebelahnya memegorkinya. Karena tidak terima, Minsu lalu mendatangi hotel Jeongha. Jeongha yang panik karena tidak menduga Minsu akan datang lalu mengetuk pintu sebelah kamarnya. Laki-laki yang memergokinya pun keluar dan ikut membantu Jeongha bersandiwara dan memberi Minsu pelajaran.  Lalu dari perjumpaan yang tak terduga itu berlanjutlah hubungan romansa antara Jeongha dan Seongwoo, direktur dari Walden Pictures yang bergerak dibidang film.

Seongwoo jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Jeongha yang menurutnya cantik, lucu dan unik. Kisah cinta mereka pun terjalin tanpa Jeongha mengetahui identitas Seongwoo yang sebenarnya. Kisah cinta yang ditulis begitu romantis khas cowok-cowok korea membuat gw ga bisa berhenti membacanya. Namun begitu, penulis tak lupa memasukkan intrik-intrik yang dilakukan oleh mantan sahabat Jeongha, Inyoung – yang dulu pernah mencuri karyanya dan mempublikasikannya sebagai karyanya- penulis yang sekarang terkenal dan bekerja sama dengan Walden Korea. Juga ada karakter Kangho, sahabat Jeongha yang selalu ada disisinya.

Karakter Jeongha si ratu undian yang polos, suka makan, ga neko-neko (simpel) yang berasal dari desa kecil membuatnya agak terlihat kampungan. Namun begitu, Jeongha adalah seorang pekerja keras yang tidak pernah menyerah mengejar mimpinya menjadi penulis. Kepolosan dan keunikannya itulah yang entah bagaimana menarik perhatian seorang Seongwoo,  direktur muda, tampan dan kaya namun rendah hati. Kesan pertama yang diberikan Jeongha cukup mendalam hingga membuat Seongwoo jatuh hati padanya. Semakin Ia mengenal Jeongha, kepolosan dan kesukaannya pada makanan membuatnya semakin mencintai gadis itu dan berniat untuk memiliki gadis tersebut.

Karakter Seongwoo disini seperti pangeran berkuda putih, selain ketampanan, kaya, baik hati, kedewasaannya, semua karakter tersebut mengingatkan gw pada tipikal cowok-cowok korea yang romantis abis di film-film drama yang will do everything for you! Cukup membuat gw klepek-klepek, tipe yang sekali suka sama satu gadis maka akan terus setia *aaahhh…* Seongwoo selalu mendukung Jeongha, menghiburnya dikala Jeongha suntuk dan selalu ada untuk dia, selalu ingin membuat Jeongha bahagia. Namun menariknya juga ada sisi “nakal”nya.. ketika Ia mengajak Jeongha bertanding basket dan ketika ia menang, dia meminta supaya Jeongha menghabiskan malam dengannya. Namun, dibalik kesempurnaanya sebagai Mr. Right, Seongwoo juga pria biasa yang mempunyai rasa cemburu dan amarah. Setidaknya cukup realistislah *hehehe*

Ada juga sosok Kangho, sahabat cowok Jeongha yang berasal dari desa yang sama yang tinggal bersebelahan dengannya. Sosok Kangho lebih seperti kakak laki-laki yang melindungi dan  mendukung Jeongha walaupun tak jarang mereka beradu mulut. Walaupun suka ikut campur, Kangho adalah sahabat setia dan terbaik yang Jeongha miliki. Diceritakan bahwa Kangho selama ini menyimpan beban berat dalam dirinya sebagai gay, penyuka sesama jenis.

Selain itu, yang tak kalah  penting adalah tokoh antagonis yang membuat ceritanya semakin menarik, yaitu Inyoung. Inyong, Jini, dan Jeongha adalah tiga sahabat yang bertemu di Pusat Penyiaran Budaya, bersama-sama mereka memulai karir sebagai penulis. Mereka pun mengikuti lomba dan saling mendiskusikan plot mereka bersama. Jeongha tidak mengumpulkan karyanya karena terbentur tenggat waktu. Hasil lomba tersebut adalah Inyong menang, awalnya mereka tidak curiga apa-apa namun begitu dibuat filmnya, Jeongha dan Jini tahu bahwa karya tersebut adalah karya Jeongha yang dimodifikasi sedikit. Namun, Jeongha tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada bukti. Sosok Inyoung disini totally bitch! Kelicikannya, kepintarannya memanipulasi dan berpura-pura sukses membuat siapapun yang membaca gregetan. Ia pun berusaha untuk menarik perhatian Seongwoo karena tergiur melihat kekayaan dan ketampanannya. Pada akhirnya, tokoh antagonis selalu kalah begitu pula dengan Inyoung. Ia pun terlibat plagiatrisme atas naskah skenario yang ia buat untuk Walden Group.

Yang gw kagumi disini adalah sosok orang tua Jeongha, Ibu dan Ayahnya. Walaupun bukan sebagai karakter yang menonjol dalam cerita ini, namun bisa gw lihat sosok merekalah yang membuat sosok Jeongha berhasil dalam karirnya sebagai penulis. Ayah Jeongha yang selalu percaya pada Jeongha dan 1000% mendukung mimpi anaknya menjadi penulis walaupun itu memakan waktu yang tidak sebentar dan karakter Ibu Jeongha yang agak “kolot” menentang pernikahan Jeongha dengan anak laki-laki tertua namun percaya dan mendukung lelaki pilihan Jeongha.

Masih ada satu halangan lagi bagi Jeongha dan Seongwoo untuk bersama. Apakah itu?! Ya, Ibu Jeongha menentang anaknya untuk berpacaran atau menikah dengan anak tertua, dan Seongwoo merupakan anak tertua di keluarganya. Bagaimanakah Seongwoo berusaha untuk meyakinkan orang tua Jeongha akan niatnya yang tulus menikahi Jeongha walaupun ia adalah anak tertua?

Mendingan baca sendiri deh…

Akhirnya, Gw selalu bahagia membaca cerita yang mempunyai happy ending. Begitu pula dengan novel ini… seperti kata quote yang terkenal …… and they are happily ever after….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s