MOVIES

THE GREATEST MARRIAGE: Perjuangan seorang “Single Mother” menuntut kesetaraan hak dimata masyarakat korea yang kolot.

the-greatest-marriage

Pemain utama :

Park Si Yeon [Cha Gi Young]

No Min Woo [Park Tae Yeon]

Bae Soo Bin [Jo Eun Cha]

Uhm Hyun Kyung [Hyun Myung Yi]

Lee Jung Gil [Park Kang Rok]

Genre    : Drama, Romance

Episode : 16

Rating   : 7

SINOPSIS:

Cha Gi Young adalah seorang pembawa berita TV yang terkenal. Ia terkenal smart, glamor, serba bisa, dan merupakan lulusan top dari Kampus khusus wanita terkenal. Sebagai seorang yang ambisius dan konfrontal, Cha Gi Young bermimpi untuk menjadi yang terbaik dan teratas terutama bila berkaitan dengan kariernya dan rival kerjanya, Jo Eun Cha, seorang pembawa berita laki-laki terkenal yang juga merupakan seniornya.

Jo Eun Cha merupakan seorang yang menginginkan ketaklukan penuh dan respek dari seluruh orang. Setelah skandal membuatnya gagal terpilih menjadi politisi Ia berambisi untuk kembali menjadi pembawa berita TV top dan bersaing Cha Gi Young.

Park Tae Yeon adalah satu-satunya pewaris Chaebol Group yang memiliki stasiun TV berita. Ia menentang Ayahnya – yang ingin membuat ia meneruskan usahanya – dengan masuk sekolah kuliner dan berhenti dari sekolah bisnisnya. Setelah lulus, ia memilih menjadi reporter yang menulis kolom kuliner dan gaya hidup.

Cha Gi Young dan Park Tae Yeon akhirnya berkencan, tanpa menginginkan komitmen ataupun pernikahan. Semuanya berjalan indah sampai akhirnya Cha Gi Young hamil. Park Tae Yeon yang tidak menginginkan anak membuat Cha Gi Young memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anaknya sebagai orang tua tunggal (single mother). Keputusan Cha Gi Young ini akhirnya membuatnya terpuruk dalam skandal dan harus berjuang melawan tradisi kuno masyarakat Korea.

Film ini diangkat dari novel yang berjudul sama “The Greatest Marriage”. Secara keseluruhan, film ini bercerita mengenai perjuangan seorang wanita yang menjadi single mother membesarkan anaknya di tengah-tengah masyarakat Korea yang masih menganut tradisi kuno dan kolot. Masyarakat Korea masih dikenal dengan tradisi dan norma-norma kunonya yang menganut system Patrikal, dimana seorang lelaki masih menjadi sosok dominan dan wanita berada di bawah kendali lelaki. Di mata masyarakat Korea, wanita yang hamil diluar nikah, tidak menikah, serta orang tua tunggal merupakan aib yang sulit diterima.

Park-Si-Yeon

Cha Gi Young dibesarkan dari keluarga yang tidak harmonis, Ia melihat bahwa pernikahan tidak membawa kebaikan. Ibunya terpaksa bekerja mati-matian membuka sebuah restoran sederhana untuk membesarkan dan menyekolahkannya. Ayahnya adalah seorang yang tidak berguna. Dengan trauma masa kecilnya, Cha Gi Young berjuang mati-matian untuk tidak menjadi seperti Ibunya. Ia membenci ide pernikahan dan komitmen. Dengan perjuangan selama 10 tahun akhirnya ia berhasil menjadi pembawa berita TV terkenal di stasiun TV CKTV membawakan berita di prime time dengan rating yang memuaskan.

Cha Gi Young merupakan sosok yang berkarakter kuat, tegas, keras kepala, dan ambisius. Namun dibalik sosok kuatnya, ia menyimpan trauma untuk mencintai lelaki. Trauma ini disebabkan oleh sejarah pernikahan orang tuanya sehingga ia tumbuh dengan membawa keyakinan bahwa cinta pria dan wanita bisa berubah dengan mudah. Di umurnya yang 35, ia mulai menginginkan kehadiran seorang anak untuk dicintai. Ia beranggapan cinta ibu dan anak lebih abadi daripada cinta pria dan wanita.

Gw sebenarnya salut dengan karakter Cha Gi Young disini, bermental baja hingga akhirnya ia mampu membuktikan bahwa ia bisa menjadi pembawa berita terbaik, hidup dengan baik. Perjuangannya mempertahankan kehamilannya dan keputusannya sebagai single mother sangat mengharukan. Bagaimana ia berdiri dengan tegar dalam melawan sistem tradisi dan nilai-nilai kuno yang masih dianut oleh sebagian besar masyarakat Korea. Naluri keibuannya jujur membuat gw terenyuh dimana ia harus berbohong demi melindungi bayinya dan segala pengorbanan yang harus dialaminya hanya karena ia ingin membesarkan anaknya sebagai single mother. Disini gw melihat bagaimana masyarakat pada umumnya seringkali hanya bisa menyalahkan tanpa bercermin terlebih dahulu, istilahnya “Kepo banget sih elo!”

Hanya karena Cha Gi Young seorang public figure dan hamil namun tidak menginginkan pernikahan, ia dianggap “sakit jiwa” dan dicaci maki hanya karena ia mempertahankan bayinya, bahkan Ibunya sendiri menginginkan ia untuk menggugurkan kandungannya daripada melihat karirnya hancur di kemudian hari.

Gw mikir-mikir sebenarnya salah Cha Gi Young itu apa? Hamil diluar nikah, tidak menikah dan berbohong kepada public bahwa ia hamil dari donor sperma??! Atau karena ia memilih untuk melahirkan bayinya daripada menggugurkannya?!

Yang bikin gw gregetan itu apa mereka ga bisa melihat kenapa Gi Young melakukan itu semua?! Kalo jadi Gi Young, gw mungkin juga mikir-mikin kalo mertua gw orang yang super kolot, dan wanita harus menjadi budak suami, ga boleh bekerja. Pantaslah kalo Gi Young ingin melindungi bayinya dengan berbohong. Apalagi ayah bayinya juga menghamili gadis lain *waahh.. hebat banget!” Gw malah salut benernya kalo Gi Young memilih untuk melahirkan dan membesarkan bayinya seorang diri hanya dengan dukungan sahabatnya. Pengorbanan yang dilakukan demi anaknya luar biasa. Bayangin aja, Gi Young akhirnya harus menyerah terhadap karirnya yang cemerlang dan mengambil segala jenis pekerjaan yang ada demi menghidupi anaknya. Luar biasa ga?! Menurut gw itu sosok Wanita Kuat dan Hebat!

Park Tae Yeon adalah seorang lelaki muda berusia 32 tahun yang hidup mengikuti passion-nya, bebas, gengsian, tidak dewasa, gegabah, dan tidak menyukai tanggung jawab. Tipikal pria muda kaya yang masih menginginkan kebebasan dan kemudahan dalam hidup. Ia mengikuti kata hatinya dan memilih bekerja sebagai penulis kolom tentang kuliner dan gaya hidup ketimbang menjadi pewaris bisnis keluarganya. Ia menyukai Cha Gi Young sejak lama dan berhasil mengajaknya bekerja sama dalam menerbitkan buku “Bicara dan Rasa”. Sebenarnya Park Tae Yeon tidak jahat, ia hanya terlalu mencintai Cha Gi Young sehingga tidak melihat lainnya. Tapi jeleknya, karena ia gegabah dan gengsian akhirnya ia sering melampiaskan rasa frustrasi dengan melakukan hal lain yang malah menjerumuskannya kepada masalah lain. Di saat Cha Gi Young menolaknya, ia malah lari ke pelukan Hyun Myung Yi dan kacaunya Hyun Myung Yi pun hamil. Cintanya kepada Cha Gi Young membuatnya buta, segala tindakan gegabahnya malah membuat Cha Gi Young semakin salah paham dan menjauh darinya. Semakin jauh Gi Young, semakin frustrasi ia. Akhirnya ia memiliih untuk menikah kontrak dengan Hyun Myung Yi dan keadaaan menjadi semakin rumit. Ia pun akhirnya memilih untuk melarikan diri berkelana keliling dunia. Setelah kembali, ia pun harus berhadapan dengan Gi Young dalam perebutan hak asuh anak. Karena kecemburuan dan prasangkanya terhadap hubungan Jo Eun Cha dan Cha Gi Young ia memutuskan untuk menghancurkan Gi Young dengan merebut hak asuh anak mereka melalui campur tangan keluarganya yang telah mengetahui identitas anaknya.

Greatest-Marriage-03

Jo Eun Cha awalnya merupakan sosok yang benar-benar bikin muak *hahaha keras amat bahasanya..* soalnya dia tuh tipe penjilat abis, suka memanfaatkan segala sesuatu demi keuntungannya sendiri, ambisius tanpa segan menjatuhkan orang lain. Parah banget ga sih?!

Namun, ia jugalah yang selalu berada disisi Cha Gi Young selama masa-masa sulit kehamilan dan kelahirannya. Yah, karena pada saat itu Jo Eun Cha juga merupakan partner kerja Cha Gi Young. Menurut gw, sosok Jo Eun Cha disini seperti malaikat tapi juga iblis… Disatu saat ia menyelamatkan Cha Gi Young namun disisi lain ia juga berniat menghancurkannya. Namun, Jo Eun Cha akhirnya perlahan-lahan berubah, ia melindungi Gi Young dan anaknya walaupun dengan mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Ia pun menyukai Cha Dan (anak Gi Young) dan sukarela menjadi ayah walinya secara resmi. Yang gw salut akhirnya Jo Eun Cha lebih memilih untuk jujur mengenai dosa-dosanya daripada termakan bujukan Ayah Park Tae Yeon yang menjanjikannya posisi politisi. Sosok Jo Eun Cha berubah dari penjilat menjadi seorang gentleman!

greatest_marriage7.1

Hyun Myung Yi! Ini sosok yang bikin semua orang gregetan.. Gimana ga?! Hyun Myung Yi tipe wanita yang mengejar pria kaya sebagai jaminan hidup enak. Muda, cantik, egois, ambisius, dan menghalalkan segala cara demi mencapai yang diinginkan *Salut!* Dia berpikir dengan memiliki Park Tae Yeon maka ia akan mempunyai kehidupan yang enak walaupun ia tidak mencintainya. Hyun Myung Yi tidak keberatan dijadikan pelarian oleh Park Tae Yeon sampai akhirnya ia hamil dan terlibat pernikahan kontrak asalkan ia mendapatkan uang.

Gw salut akan pengorbanan yang dilakukan Hyun Myung Yi demi mendapatkan restu dari mertuanya, sampai-sampai ia keguguran karena kelelahan dan stress. Ia sangat membenci Cha Gi Young dan menganggapnya sebagai saingan dalam mendapatkan hati Park Tae Yeon. Namun, karena usahanya untuk mendapatkan cinta Park Tae Yeon yang tidak kunjung dihargai akhirnya ia pun lelah dan ia mengajukan perceraian.

Yang gw kurang puas dari film ini adalah endingnya.. terkesan nggantung dan ga jelas. Emang sih, happy ending cuma gimana akhirnya apakah Gi Young kembali pada Tae Yeon ataukah mereka akan tetap menjadi orang tua terpisah tidak diceritakan secara detail. Hanya saja, film ini diakhiri dengan hubungan antara Gi Young, anaknya Cha Dan, Tae Yeon, dan Jo Eun Cha berakkhir baik. Jo Eun Cha pun terpilih sebagai politisi yang memperjuangkan hak-hak feminis, diskriminasi terhadap single parents, dan tradisi-tradisi kuno dari partai independen.

Dari film ini gw belajar bahwa walaupun kita tinggal di era modern, masih banyak paradigma masyrakat yang masih menganut nilai-nilai kuno menghakimi posisi seseorang tanpa melihat sebab mengapa mereka melakukan hal tersebut. Kedudukan single mother, Ibu hamil tanpa suami, bahkan nasib anak yang lahir diluar nikah terkadang tidak berada di tangan ibu atau anak itu sendiri, namun ditentukan oleh masyarakat. Penghakiman sepihak masih sering terjadi. Kemenangan hampir selalu berada dipihak yang berkuasa. Namun, film ini mengajarkan bagaimana kerasnya dan tak putus asanya perjuangan seorang single mother untuk memperoleh keadilan… dan perjuangannya berhasil!

 Believe in your faith, be sincere and never give up to fight for your right! ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s