BOOKS

BELLAMORE – A BEAUTIFUL LOVE TO REMEMBER

bellamorePengarang : Karla M. Nashar | Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007 | Rating : 10 *super recommended to read*

Gw selalu suka novel-novelnya Karla M. Nashar. Segar, lucu menggelitik, ga mboseni *orang jawa bilang* selalu ada hawa baru dalam setiap ceritanya. Tapi buat gw, Bellamore A Love to Remember ini yang paling spesial. Ini novel yang mengankat topik kultur dewasa yang biasanya di anggap tabu oleh masyarakat tapi uniknya penulis mampu menjadikannya sebagai topik yang ga vulgar, malah sangat menarik dan membuat orang semakin penasaran. Bubuk-bubuk humoris yang diracik dalam permainan kalimatnya mampu membuat gw tergelitik bahkan tak jarang tersenyum-senyum geli sendiri.

“I guess God simply wants me to meet many wrong people before I meet the right one.” 

Lanavera alias Lana adalah seorang wanita karier berusia 27 tahun yang tegas, berjiwa muda yang sangat keukeuh memegang prinsip “keperawanan hanya untuk suami” di tengah-tengah era modern yang seringkali nilai tersebut sudah hilang. Lana selalu gagal berpacaran karena keteguhannya mempertahankan prinsipnya. Masalah utama Lana sehari-hari ialah bahwa ia harus berhadapan dengan rekan kerjanya, Fabian Ferdinandi seorang pria Italia usil yang gaya hidupnya sangat bebas dan muda. Setiap mereka bertemu, Fabian menggodai Lana mengenai topik sex dan keperawanannya. Tiada percakapan berakhir tanpa Lana merasa jengkel. Selalu ada aja yang bisa disinggung oleh Fabian tentang adult topic dan berhasil membuat Lana emosi jiwa tak tertahankan menghadapi pria satu ini. Tanpa disadarinya, emosi jiwa yang dialaminya terhadap Fabian berubah menjadi rasa suka. Ia pun menyadari bahwa sebenarnya Fabian juga menyimpan rasa kepadanya. Namun, suatu hari Fabian tiba-tiba berubah. Ia memutuskan untuk kembali ke Roma. Lana pun bertanya-tanya. Pertemuan singkat mereka secara kebetulan di perjamuan malam perusahaan semakin menegaskan bahwa sosok Fabian telah berubah walaupun Lana yakin masih ada rasa diantara mereka. Fabian memutuskan untuk pergi dari kehidupan Lana.

Gw suka dengan karakter Lana disini. Asik, smart, gaul, ga kolot tapi juga ga liar.. tapi untuk soal keperawanan, ia sangat tegas. Buat Lana, keperawanan adalah untuk dipersembahkan kepada suaminya ketika ia menikah nanti. Keperawanan adalah sebuah prinsip yang harus dijaga dan tidak mudah untuk diberikan. Fair enough! menurut gw, memberikan keperawanan kepada pacar ga berarti dia akan setia sampai mati. Walaupun di tengah era modern seperti ini hal tersebut sudah terkesan wajar dan umum dilakukan oleh pasangan yang berpacaran.

Fabian Ferdinandi merupakan sosok yang kelihatannya playboy diluar namun romantis didalam, ia berjiwa muda dan super usil. Ia senang menggoda Lana yang terkesan seperti wanita kuno dengan prinsipnya. Namun, dibalik keisengannya, Fabian sangat mengagumi kekukuhan Lana memegang teguh prinsip hidupnya dan ia mencintai Lana. Sebagai lelaki, ia tahu kebusukan dan kebangsatan pria-pria pada umumnya dan ia berusaha melindungi Lana dengan peringatan-peringatannya. Demi cintanya jugalah ia rela untuk menghilang dari kehidupan Lana sampai takdir mempertemukan mereka kembali di New York.

Pertemuan kebetulan itulah yang membongkar misteri mengapa Fabian memilih untuk pergi dari Lana. Ya, Fabian menderita lupus. Penyakit ini pula membuat Fabian berharap Lana mendapatkan seseorang yang lebih baik daripadanya walaupun sebenarnya Lana tidak keberatan bersama dirinya. Enam minggu di New York, waktu yang diberikan Fabian kepada Lana untuk bersama dengannya. Selama waktu itulah, mereka merangkai kenangan indah dan merajut kebersamaan yang mereka tidak pernah bayangkan sebelumnya. Dan akhirnya tiba saatnya Lana harus kembali ke Indonesia, melalui sepucuk surat, Fabian memutuskan semua mengakhiri semuanya diantara mereka. Lana dan Fabian memutuskan mengambil jalan yang berbeda.

Gw sampai bisa merasakan kepedihan yang dialami Lana ataupun Fabian. Sedih banget, jujur ga rela sih kalo mereka harus berpisah seperti itu. Gw ngerti banget gimana perasaan Lana melewati hari demi hari dengan membawa kepedihan, berat banget! Rasanya pasti dah kaya zombie, hidup segan mati pun engga *hahaha*

So, have faith, Lanavera have faith…. You may shed a tear today for the love that you can not have, But have a faith, for tomorrow another love will wait for you just around the bend.

Waktu emang terbukti bisa menyembuhkan luka hati dan membawa kepada cinta yang baru. Setelah kembali Lana pun memfokuskan diri sepenuhnya terhadap perkerjaan sampai akhirnya ia berkenalan dengan Danny, sosok pria simple, dewasa, tenang, mapan, dan berjiwa besar. Danny sangat berbeda dengan Fabian. Satu-satunya kesamaan dengan Fabian adalah sama-sama mencintai Lana. Danny jugalah yang memberikan alamat terakhir dimana Fabian berada dan mendorong Lana untuk mendatangi Fabian. Lana berhutang “confession” dan “closure” kepada Fabian sebelum menapak lembaran baru bersama Danny. Dan Lana pun melunasinya tepat waktunya…

“I won’t cry because it came to an end, But I will smile because it happened.”

Bagian akhir novel ini sangat mengharu-biru, mengudek-udek emosi gw anatara sedih dan bahagia. Dibilang sad ending ya ga tapi dibilang happy ending juga masih ada sad ending-nya.. *hehehhee bingung kan?*

Pada akhirnya walaupun kisah cinta Lana dan Fabian tidak berakhir bahagia, namun apa yang pernah terjadi diantara mereka adalah indah untuk dikenang. Dan kenangan itu akan terus membekas di hati sebagai cinta terindah yang pernah singgah.

At the end, if the love was meant for you it will come back for you… If it’s not then maybe it’s a beautiful love to remember ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s