BOOKS

PERFECT DAY: “Mampukah cinta mengalahkan dendam masa lalu?”

ID_EMK2014MTH12PDAY_B

PERFECT DAY : Bersamamu, segalanya menjadi sempurna

Pengarang          : Eva Riyanty Lubis

Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2014

Halaman             : 181 halaman

Genre                 : Romance, drama

Rating                 : 6.5


Menurut gw, sinopsis novel cukup menarik namun setelah gw baca novelnya, gw temukan penyampaian cerita kurang greget. Sebenarnya alur cerita cukup menarik namun karena penyampaian plot agak terkesan tidak beraturan, akhirnya alih-alih terkesan menarik dan yang harusnya penuh intrik, cerita terkesan datar dan mudah ditebak.

Emily – cewek indo bermata biru hasil pernikahan silang Ayahnya yang bule Canada dan Ibu Indonesia – dan Selena, saudara kembar Emily yang bermata coklat. Mereka berdua tumbuh besar dalam keluarga yang harmonis namun memiliki kepribadian yang berbeda. Selena dengan keceriaannya dan keoptimisannya bagaikan bunga yang sedang mekar berkembang dan Emily dengan sisi pendiam dan introvert-nya bagaikan sosok misterius.

Alur cerita dibuka dengan cerita tentang sosok Keenan, putra tunggal Dimas Anggoro yang terkenal playboy. Keenan disini merupakan cowok ganteng, kaya yang dipuja-puja oleh cewek. Oleh ayahnya, Keenan dijodohkan dengan Kiara, anak kenalan ayahnya yang juga berprofesi sebagai artis. Keenan tidak menyetujui perjodohan itu, namun tidak kuasa menolak sampai akhirnya Ia bertemu dengan Emily, gadis misterius yang menarik hatinya.

Salah satu hal yang tidak bisa dilupakan seumur hidup adalah ketika orang-orang yang kau cintai meregang nyawa demi dirimu.

(Tagline Bab 2)

Melihat Selena, yang mengalami depresi berat akibat kasus pemerkosaan dan keberadaan orang tuanya yang hilang tanpa jejak, Emily tak kuasa memendam kebencian terhadap Dimas Anggoro, dalang dari semua ini. Emily bertekad untuk menghancurkan Dimas melalui Keenan, putra tunggalnya.

Rasa benci yang memuncak adalah awal untuk kamu menelusuri apa yang disebut dengan cinta.

(Tagline Bab 3)

Namun, satu hal yang tidak disadari Emily adalah bahwa perasaan bencinya kepada Keenan pun perlahan-lahan berubah menjadi cinta setelah ia mengenal sosok Keenan lebih dalam. Ternyata Keenan tidak seburuk dugaan Emily. Keenan benar-benar serius terhadap perasaannya. Emily pun terjebak dalam dua pilihan: keluarga ataukah perasaannya?

Karena hadirnya cinta bisa membuat hidup jauh lebih berwarna.

(Tagline Bab 6)

Emily semakin tak berkutik melawan rasa yang perlahan tapi pasti tumbuh dalam hatinya kepada Keenan. Tulusnya perasaan Keenan dan perhatian-perhatian Keenan membuat hatinya tergerak dan Emily merasakan hidupnya jauh lebih berwarna dari sebelumnya.

Sebab rasa ingin memiliki terlalu dalam dapat membutakan logika seseorang.

(Tagline Bab 8)

Alur cerita kembali ke masa lalu dimana Dimas Anggoro yang telah memiliki istri jatuh cinta kepada Emily dan terobsesi menjadikannya istri kedua. Karena ketidak-setujuan orang tua dan Emily, Dimas pun berang. Dimas merasa tak seorang pun berhak menolaknya. Dia pun melakukan aksi balas dendam untuk membalas penolakan Emily dengan menghancurkan keluarganya yang dicintai.

Seseorang bisa melakukan tindakan diluar logika ketika hawa nafsunya lebih menguasai hati dan pikirannya.

(Tagline Bab 12)

Dalam aksinya melancarkan balas dendam terhadap Dimas Anggoro, ternyata Emily juga mendapatkan ancaman dari Kiara, calon tunangan Keenan yang tidak terima akan penolakan Keenan atas dirinya. Kiara pun menculik dan menyiksa Emily selama 2 hari tanpa memberinya makan. Keenan akhirnya menemukan Emily setelah memeperdaya Kiara dengan bantuan Dean, sahabatnya.

Walau prosesnya tidaklah mudah, tetapi perlahan namun pasti cinta akan berhasil menghancurkan perasaan dendam yang pernah bersarang didalam hati.

(tagline Bab 15)

Emily pun akhirnya setuju berpacaran dengan Keenan dan dibawa ke rumah orang tua Keenan. Emily menggunakan ini sebagai aksi terakhir balas dendamnya. Ia mengancam akan membunuh Keenan apabila Dimas Anggoro tidak meminta maaf secara publik atas apa yang dilakukannya pada keluarga Emily. Dimas yang teronggok lemah karena penyakit pun akhirnya menyanggupinya serta memberikan alamat dimana orang tua Emily disembunyikan.

Ketika kamu dan aku telah bersatu, maka segalanya akan menjadi sempurna.

(Tagline Bab 16)

Akhirnya semuanya berakhir dengan baik. Keluarga Emily dapat berkumpul kembali. Selena pun akhirnya berbicara dan dibawa ke Singapura untuk melakukan proses penyembuhan lebih lanjut. Emily pun sukses menjadi penulis novel terkenal, dan pada saat acara signing, Keenan yang telah lama hilang pun muncul.

Menurut gw, bila cerita dibuat lebih teratur dan memunculkan sedikit intrik-intrik maka novel ini bisa menjadi cerita yang menarik. Namun sayangnya, plot agak tidak beraturan sehingga terkadang agak memusingkan. Juga pendalaman karakter tokoh-tokohnya kurang kuat sehingga gampang terbaca dan ditebak. But so far, novel ini cukup memberikan hikmah moral: dengan cinta tulus, hati yang dingin mampu kembali hangat dan kebencian pun hilang.

– Love vs Hatred? 1-0 ! Love wins, that simple!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s