BOOKS

BLACK JACK: “Love is blind”

black jack

Pengarang : Clara Ng & Felice Cahyadi | Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2013 | Halaman : 320 halaman | Genre : Romance, drama, gamble | Rating : 7

Cantik, pintar, kaya, dan baik hati seharusnya merupakan modal yang lebih dari cukup bagi Ashlyn untuk mendapatkan lelaki yang sempurna, lelaki yang benar-benar mencintainya. Namun, ternyata takdir berkata lain. Ashlyn yang berjuang menempuh pendidikannya jauh sampai ke Newcastle, Inggris bertemu dengan Jaeed, sesama mahasiswa Indonesia. Karena perhatian Jaeed kepadanya, Ashlyn pun akhirnya jatuh hati dan berpacaran. Siapa sangka Jaeed ternyata hanya memanfaatkan Ashlyn dengan mengatas-namakan cinta? Jaeed mengenalkan Ashlyn ke dunia judi : roulette, slot machine, dan permainan kartu Black Jack. Jaeed mengeruk seluruh uang Ashlyn dengan berbagai kebohongan. Sampai akhirnya dunia Ashlyn pun berubah. Permainan judi Jaeed merampas seluruh hidupnya, Ashlyn berakhir menjadi gelandangan. Tak hanya tertipu sekali, Ashlyn kembali terpuruk untuk kedua kalinya karena rayuan Jaeed. Mampukah ia bangkit kembali?

Reaksi gw pertama kali membaca novel ini bener-bener bikin gregetan. Cewek emang lemah sih sama yang namanya cinta.. tapi Ashlyn ini bener-bener bodooo banget, beda banget dengan karakternya yang digambarkan sebagai cewek pintar. Secara intelegensi, Ashlyn adalah cewek yang berhasil dibidang akademis terbukti dia berhasil menempuh pendidikan sampai ke Newcastle, Inggris. Walaupun akhirnya dia harus pindah ke London karena masalah biaya sekolah tapi tetap saja dia bukan cewek bodoh. Pertama berpacaran dengan Jaeed, Ashlyn selalu dibuai dengan kemesraan dan kemewahan, lalu barulah Jaeed berulah dengan meminjam uang untuk alasan ini dan itu. Dua sahabatnya dan teman-teman indo lainnya sejak awal sudah berusaha memperingati Ashlyn akan Jaeed yang tentu saja tidak digubris.

Sejak bersama Jaeed, Ashlyn mengenal pula yang namanya kasino dan semua jenis permainan yang ada didalamnya. Karena Jaeed pulalah akhirnya Ashlyn merasakan hidup sebagai gelandangan. Ketika akhirnya hidup mulai “baik” padanya, Jaeed kembali hadir mengusik dengan semua rayuan gombalnya. Karena kasihan dan cintanya Ashlyn pun menyerahkan semua uangnya untuk dipertaruhkan di meja judi. Hasilnya? Sudah jelas, kalah! Jaeed menghilang dan Ashlyn pun kembali merasakan jadi gelandangan untuk kedua kalinya. Namun, akhirnya sebodoh-bodohnya orang, pengalaman pahit akan mengajarkan mereka untuk bangkit dan menjadi kuat. Demikian pula Ashlyn. Ashlyn pun akhirnya sadar bahwa Jaeed hanya memandangnya sebagai “dompet uang” yang bias dimanfaatkan kapan saja.

Sosok Jaeed disini merupakan cowok brengsek abis!!! Seluruh hidupnya hanya berputar pada dirinya sendiri, self-centered. Judi adalah dunianya, hasratnya… Dia sanggup menggunakan segala cara untuk berjudi, apapun! Jaeed adalah cowok yang tidak berpikir panjang, dalam hidupnya ia menggunakan moto gali lubang tutup lubang. Dia meminjam uang Ashlyn dan 13 orang lainnya baik dengan menggunakan dirinya maupun nama Ashlyn. Jaeed adalah cowok yang tahu bagaimana menggunakan dirinya, bujuk rayu, ataupun cinta untuk mendapatkan uang dari cewek. Pintar? Bila dikaji ulang, Jaeed merupakan cowok pintar, pintar menipu. Sekarang tergantung targetnya saja… dalam hal ini Ashlyn. Salah satu permasalahan berat yang dalam hidup yang menurut gw susah dientas adalah hobi judi. Sekali terjerumus dalam dunia judi, susah untuk bertobat. Jaeed pun tipe cowok yang susah untuk sadar dan bertobat, yang ada malah semakin terjerumus oleh hutang yang dipakainya untuk gali dan tutup lubang.

Secara keseluruhan alur novel ini mudah ditebak namun tetap menghibur untuk dibaca. Kisah ini diangkat dari kisah nyata, yang gw yakin banyak cewek seperti Ashlyn yang sudah menjadi korbannya. Sebenarnya walaupun gw bilang Ashlyn itu bodo banget, namun sebagai cewek gw juga ga bisa menghakimi dia karena kodrat kita sebagai cewek terkadang kita mengutamakan orang yang kita cintai.. siapa sih yang tega kalau pacarnya dalam kesulitan uang? Namun.. gw rasa sebagai cewek pun kita harus belajar untuk lebih pintar menganalisis situasi. Apakah benar pacar kita itu sungguh-sungguh mencintai kita ataukah hanya sekedar memanfaatkan kita sebagai target belaka atas nama cinta? Karena terkadang cinta bisa menyesatkan…

~ Love is blind.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s