BOOKS

CAN’T LET GO : “Apakah Kau hanya akan jadi impianku belaka?”

ID_GPU2015MTH03CLGO_B

Pengarang : Esi Lahur | Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Maret 2015 | Halaman : 312 halaman | Genre : Romance, drama | Rating : 8

Alkisah Denisa Sridevi Suharyo seorang wartawan tabloid Lady yang ditugasi untuk meliput pemain sepak bola yang saat ini menjadi idola baru, Massimo Sukarno Rozzoni, pemain utama tim sepak bola tim nasional Indonesia blasteran Jawa Tengah-Italia. Sebenarnya Denisa sama sekali buta mengenai dunia sepak bola, namun karena penugasan dia pun terpaksa menerimanya. Pertemuannya dengan Massimo membawa getar-getar tersendiri dalam hatinya, namun ia berusaha meyakinkan bahwa itu karena ketampanan dan sikap baiknya. Tak dinyana, pertemuan tersebut berlanjut dengan perjalanan liputan eksklusif Massimo dan Sophia, adiknya menemui eyangnya di Ambarawa. Massimo menyukai sikap Denisa yang ceria, apa adanya, dan tidak jaim, dan mampu membuatnya nyaman. Denisa yang semakin tertarik kepada Massimo menyadari bahwa menjalin hubungan dengannya hanyalah impian semata, selain itu ia telah punya pacar, Nigo. Namun, perbedaan idealisme dan prinsip hidup membuat Denisa harus mengakhiri hubungannya dengan Nigo, seorang aktivitis buruh. Disisi lain, Massimo pun digosipkan menjalin hubungan dengan Dora, selebriti papan atas yang terkenal dengan kecantikan dan kemolekannya. Namun, liburan bersama mereka ke Flores semakin membuat mereka menyukai satu sama lain. Denisa yang beranggapan bahwa Massimo terlalu tinggi buatnya membuatnya sebisa mungkin menunjukkan sikap biasa. Massimo dilain pihak yang melihat sikap biasa-biasa yang ditunjukkan Denisa beranggapan bahwa Denisa tidak menyukainya lebih dari seoang teman. Selain itu, Denisa yang tahu kode etik wartawan : Jangan ada hubungan dengan narasumber. Mampukah mereka bersama?

Definitely novel roman ala Cinderella modern yang merupakan impian tiap wanita. Siapa sih yang ga mau disukai ato bahkan dicintai oleh cowok yang menjadi incaran tiap wanita? Cowok yang super tampan, body atletis, tajir, masa depan cerah, belum lagi sikapnya yang down to earth?!

“…Tapi perasaannya juga galau. Buat apa berduaan dengan Massimo tapi tetap bukan siapa-siapanya? Menjadi teman saja rasanya sudah cukup luar biasa bukan? Jadi kekasih? Denisa mau! Tapi tidak mungkin terjadi. Pertama, karena ia bukan perempuan idaman Massimo. Kedua, karena Massimo terlalu terkenal. Mengerikan punya pasangan orang top yang punya jutaan penggemar, sementara Denisa merasa hanya orang biasa. Memang Massimo cocoknya sebagai pacar khayalan saja.” (halaman 283)

          Denisa adalah cerminan wanita biasa yang hidup di “dunia” yang berbeda dengan Massimo, yang merupakan cerminan selebritis sempurna yang hanya ada dalam impian. Denisa tidak menyangkali bahwa daya tarik Massimo begitu kuat namun Denisa sadar diri akan “statusnya” sebagai orang biasa sehingga beranggapan dia tak pantas jadi pacar Massimo. Belum lagi dengan segudang konsekuensi yang harus dihadapinya bila berpacaran dengan orang top. Ini pemikiran wajar yang pastinya dimiliki oleh wanita-wanita biasa yang bukan orang top. Namun jujur sebagai wanita pastinya ada dong keinginan bisa berpacaran dengan orang top/seleb yang kita sukai… *hehehe dan bila itu terjadi, anda merupakan sepersekian orang yang beruntung! 🙂

Secara keseluruhan novel ini oke untuk dibaca dikala senggang. Alur ceritanya yang jelas dan ringan cukup menghibur, ditambah dengan “bumbu” Cinderella sindrom-nya membuatnya semakin menarik, at least membuat kita bermimpi…

~ Love can come to anyone no matter what you are.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s