BOOKS

MORNING BREEZE: “whatever happens, you’ll always be my morning breeze”

ID_EMK2015MTH03MBRE_BPengarang : Viera Fitani | Penerbit : PT. Elex Media Komputindo, 2015 | Halaman : 264 halaman | Genre : Romance, Drama, Medical | Rating : 8.5

Bagaimana mungkin aku bisa tahan berada satu meja dengan kedua pria yang terlibat hubungan absurd denganku? Apakah ada orang yang bisa memahami betapa rumitnya ini? Disaat aku sudah mulai membuka hati pada Fabia, tiba-tiba Dirga yang masih berstatus pacarku datang dan ternyata memiliki hubungan darah dengan Fabian. Bahkan dalam mimpi terliarku sekalipun aku tidak pernah menginginkan berada dalam posisi seperti ini.  … Jelas saat ini aku lebih memilih lari daripada harus memilih satu di antara mereka.  (halaman 126)

Yuup! Novel ini bercerita tentang seorang Dinasty yang harus terlibat hubungan rumit antara dua pria yang ternyata dalam waktu bersamaan merupakan kakak dan adik. Dirgantara aka Dirga adalah pria pertama yang muncul dalam kehidupan Dinasty. Sebuah kecelakaan mobil membawa Dirga mengenal Dinasty yang akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta dan berpacaran. Namun sebelum mereka menikmati hubungan tersebut, Dirga tiba-tiba menghilang dengan hanya meninggalkan janji bahwa ia akan kembali untuknya.
Disaat penantian Dinasty akan kepulangan Dirga padanya, dokter Fabian – dokter internis tampan, ramah, dan baik hati yang baru saja menjadi atasannya – tiba-tiba menyatakan perasaannya bahwa ia menyukainya dan akan menunggunya. Apakah Dinasty memilih Dirga yang merupakan cinta pertamanya namun menghilang tanpa kabar? Ataukah ia memilih menerima cinta Fabian yang selama ini menemani hari-harinya dengan kesabaran? Sanggupkah Dinasty meninggalkan orang dari masa lalunya?

Jujur gw sempat bingung dan meragukan novel ini, namun setelah gw beli dan baca, GW SUKA!! Ide ceritanya pun menurut gw cukup menarik dan rumit. Bisa bayangin gak, terlibat dalam hubungan cinta segitiga, berada dalam dua pilihan pria yang ternyata adalah kakak beradik? Apalagi mereka saling siap mengalah untuk satu sama lainnya? Waaa.. ruumit!

Satunya adalah cinta pertama yang selalu gw nanti-nantikan.. Satunya lagi dokter super ganteng, ramah, baik hati yang dipuja-puja seluruh umat yang mencintai dan siap menunggu sampai gw siap menerimanya.. Gimana ga klepek-klepek coba? *kalau gw sih jelas gw pasti milih dokter yang tampang dan hatinya ganteng yang jadi idaman wanita, hahahaha, itu gw loh *

Dirga aka Dirgantara adalah sosok pria dewasa namun menjadi ga dewasa karena tingkah lakunya: meninggalkan Dinasty hanya dengan pesan singkat bahwa ia akan kembali untuknya. Karena tidak ingin mengikuti keinginan Ayahnya (menjadi pengusaha atau dokter) ia memilih untuk bergabung dengan kemiliteran dan ditugaskan ke daerah-daerah konflik. Mungkin sebagai kakak, Dirga adalah kakak yang selalu dipuja Fabian.. Selalu ada pada masa-masa susah ketika Fabian masih kecil, sehingga Fabian siap untuk melakukan apa saja demi kebahagiaannya demi membalas apa yang telah ia lakukan. Namun menurut gw, dimata Dinasty dan semua cewek sebagai pria, Dirga adalah pria pengecut. Kenapa? Dirga ga pernah berjuang untuk hubungan mereka, harusnya kalau emang cinta ia akan berusaha untuk mengontak Dinasty, cewek yang dicintainya setengah mati. At least memberi kabar dimana ia berada atau kepastian. Bukannya menghilang tanpa jejak, hanya meninggalkan janji “ia akan kembali” yang ga tau bener apa ga. Setelah kembali pun, ia memilih untuk mengalah dan pergi sebelum Fabian mengetahuinya. Tapi satu alasan yang gw setuju kalau berada di posisi Dirga bakalan sulit banget memutuskan: ia berada di tepi dimana ia harus memilih cintanya ataukah kebahagiaan adiknya?

Fabian, sosok pria yang berprinsip. Selain tampangnya yang ganteng abis ternyata hatinya lebih ganteng dari mukanya. Disaat temen-temennya yang lain sibuk jadi playboy, ia tetap teguh untuk tidak mempermainkan cewek, apalagi free sex yang dianggapnya bisa merusak masa depan cewek *ganteng banget kan hatinya? Ikut kepincut dah gw *wink wink*

Hebatnya lagi Fabian ini cowok yang gigih dan siap berkorban demi menunggu cinta Dinasty – yang masih bimbang akan perasaannya – walaupun ia tahu resikonya ia bakal patah hati bila ternyata Dinasty memilih cinta pertamanya dan bukan dirinya. Baginya, Dinasty seperti angin pagi: menyejukkan namun juga hangat karena sinar matahari yang muncul. *Awesome banget kan ini cowok?*

Bagian akhir cerita ini dibuat dramatis banget. Akhirnya baik Dirga dan Fabian sama-sama memilih untuk menyerah dan meninggalkan Dinasty *Frustrasi banget pastinya kalo jadi dia* Egois banget sih ini dua cowok, mereka at least bertanya pada Dinasty “siapa yang elo pilih? Apa yang elo mau?” gitu lah daripada mengira-ngira dan mengambil keputusan sendiri dan sayangnya keputusan mereka itu salah besar. Akhirnya Fabian mengalami kecelakaan yang membawa Dinasty muncul ke hadapannya. Dan kesempatan untuk menentukan nasib akhir hubungan mereka telah tiba.

 Aku mencintainya. Lebih dari itu, aku membutuhkannya. Dia seperti oksigen yang membuatku tidak akan pernah cukup menghirupnya. Dia seperti udara yang membuatku sesak apabila berada jauh darinya. Melihat senyumnya seperti menyuntikkan semngat baru dalam hidupku. Bagiku, dia adalah paket sempurna yang sederhana yang Tuhan ciptakan untukku.

Aku dan Dinasty masih punya puluhan tahun yang akan kami bagi bersama. Ini jelas tidak akan mudah, tapi aku tidak ragu sedikit pun, selama angin pagiku masih berembus disisiku, aku tahu semua akan baik-baik saja. (Halaman 249)

 Gw suka banget dengan tutur bahasa yang disajikan dengan kasual, lucu, segar sehingga karakter-karakter dalam novel ini begitu hidup dan fresh. Beberapa gombalan-gombalan yang disampaikan juga cukup menghibur. Worth to read!

“Astagaaaaa… itu kenapa ada Lee Min Ho disini?” Teriak Corry
“Itu Asty.. lo liat dong ada Lee Min Ho main di anyer juga!!!” (halaman 65)

“Aku nggak gombal, Dinasty. Aku serius pengen ketemu kamu terus, pengen minjemin bahu sekalian minjemin bibir terus” sahutku menggodanya. (halaman 110)

“Jarang sering-sering tersenyum padaku, Dinasty. Pasca kecelakaan, jantungku belum kuat jika harus berdebar terus.” (halaman 248)

~ In love, it doesn’t matter who comes first, but whom your heart chooses.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s