Uncategorized

ROAD TO LOVE: “Love will find way back to your heart”

24705083

Pengarang : Sari Narulita | Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2015 | Halaman : 224 halaman

Genre : Romance, Drama | Rating : 4.1

Cantik dan popular, itulah gambaran seorang Mutiara atau yang biasa dipanggil Tara seorang pendatang baru didunia perfilman yang memulai karirnya sejak umur 17 tahun. Namun kecantikan dan kepopulerannya tidak membuatnya mudah untuk menemukan cinta sejatinya. Perjalanan cinta Tara antara Topan anak duta besar Indonesia di Moskow, Aldi pria yang dikenalnya sewaktu berlibur ke New York, Dino, dan Wayan pria bali yang gagah namun lebih muda usianya sangat berliku dan pernuh drama. Ketiga pria yang mengisi hidupnya diwaktu yang berbeda. Siapakah yang harus Tara perjuangkan? Kemana kah cinta sejati Tara akan berlabuh?

Jujur, menurut gw novel ini agak membosankan. Berbeda dengan kesan yang gw dapat ketika baca sinopsisnya. Sangat disayangkan karena menurut gw ide cerita yang disampaikan sebenarnya menarik namun karena terlalu banyak tokoh jadinya jalan cerita terlalu “dramatis” dan ga fokus. Ga hanya dua pria melainkan empat pria yang hadir dalam kehidupan Tara! Awal cerita cinta Tara dimulai dari seorang Topan, pria tampan anak duta besar yang tinggal di Moskow. Kunjungan Tara dalam Moskow Film Week mewakili Indonesia membuatnya berkenalan dengan Topan. Dalam sekejap mereka saling tertarik dan jatuh cinta. Cinta dirasakan Tara sangat manis waktu itu, mereka menghabiskan waktu 2 minggu bersama. Topan adalah cinta pertama Tara namun hubungan mereka harus berakhir karena terpisahkan oleh jarak dan keterbatasan.

Topan adalah karakter pria yang sangat charming, tampan dan penuh pesona. Selain itu Ia juga cepat tanggap dan romantis. Tak lama berkenalan, Ia langsung datang ke hotel Tara sambil membawa serantang gulai buatan Ibunya yang tadi sempat dipuji Tara (*alasan aja sih menurut gw untuk melakukan first move hahaha) dan ga sia-sia usahanya. Tara pun langsung jatuh hati padanya. Berdua mereka menghabiskan waktu bersama namun akhirnya hubungan itu harus berakhir karena jarak yang terbentang. Menurut gw, Topan ini bukan pria sejati. Harusnya kalau emang Tara bener-bener penting buat dia, pastinya segala cara akan diusahakan. (*Tapi emang hampir semua pria seperti itu ya, jarang ada yang telaten begitu juga Topan lama-lama males berkirim email dan akhirnya hubungan lama-lama pun pudar)

Dion mantan pacar yang hadir pada masa-masa kuliah Tara. Dion terlahir di keluarga terpandang dengan sifat posesif yang berlebihan, egois, cemburuan dan mengekang. Well, mungkin bisa dibilang karena terlalu mencintai, tapi karena terlalu posesif akhirnya membuatnya selalu berpikiran negatif tentang apa yang dilakukan Tara. Ironisnya, akhirnya cinta itu jugalah yang membunuh perasaan Tara padanya. Tara akhirnya tidak tahan dan memutuskan hubungan dengannya.

Aldi, pria yang hadir dalam kehidupan Tara disaat kegalauan hubungannya dengan Dion melanda. Aldi sering dikira orang Jepan atau orang Cina karena matanya yang sipit. Dengan ketampanannya dan karakternya yang rajin bekerja, easy going, dan baik membuat Tara merasakan cintanya bersemi kembali. Awalnya hubungan mereka berjalan lancar namun ternyata perbedaan agama dan profesi Tara sebagai aktris menjadi penghalang besar. Akhirnya Tara pun harus mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan mereka tanpa sepengetahuannya demi masa depan Aldi.

Wayan, pemuda Bali yang baru saja lulus dari kuliahnya ketika bertemu Tara yang sedang berlibur. Wayan merupakan pria yang penuh semangat dan optimis mengejar mimpinya. Walaupun usianya lebih muda dari Tara, ia memutuskan untuk mengejar Tara. Namun keraguan Tara akan dirinya yang masih muda saat itu membuatnya memilih untuk meninggalkan Wayan.

Menurut gw, karakter Tara adalah karakter yang setengah-setengah alias plin plan. Pertama gw pikir Tara adalah seorang gadis yang polos nnamun sebenarnya juga ga sepolos yang gw kira. Ketika beranjak dewasa, Tara menjadi karakter yang terlalu banyak perhitungan. Tentu pertimbangan itu perlu namun seharusnya Tara lebih mengikuti kata hatinya bila menyangkut soal perasaan. Well, pada akhirnya Tara pun menyesali keputusannya. Namun untungnya dewi keberuntungan masih bersamanya, sehingga masih ada happy ending untuk kisah cintanya. Menurut gw, justru penggambaran karakter Tara lama-lama menjadi ga jelas..

Sangat disayangkan karena sebenarnya ide cerita novel ini mempunyai potensi untuk menjadi cerita yang menarik namun karena idenya melebar sehingga menjadi tidak fokus, terlalu banyak tokoh dengan karakter yang berbeda memblur-kan fokus utama ceritanya. Belum lagi penggambaran karakter utamanya yang kalah kuat dibandingkan dengan tokoh lainnya. Walaupun pada akhirnya jelas kepada siapa Tara mendapatkan kebahagiaannya, namun kalau ceritanya fokus pada satu atau dua pria mungkin akan menjadi tidak membosankan.

~ Love will always find a way back to your heart.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s