BOOKS

PAY IT FORWARD

204669447

Pengarang : Emma Grace | Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, April 2015 | Halaman : 356 halaman | Genre : Romance, Drama, Young Adult | Rating : 7.6

Yunike Setiabudi
5 minutes ago

There’s been so much horrible news recently. I’ve decided I’m participating in the Pay It Forward initiative. The first three people who give comment on the status with “I’m in”, will receive a surprise from me at some point during the calendar year.
Anything from a book, a ticket, something home-grown, homemade, a postcard… it could be anything! There will be no warning, and it will happen when the mood comes and I find something that I believe would suit you and make you happy. These three people must make the same offer on their Facebook status. Once the first three have commented, I will forward this message to you to put on your status.
Let’s do more nice and loving things this year without any reason other than to make each other smile and show that we think of others.
Here’s to a more enjoyable, friendly and love all year.
P.S this offer is valid for all my friends around the world.
(Bab Satu)

Ini adalah cerita tentang seorang Gitta dan kehidupannya, hubungannya dengan Ayahnya, dan hubungannya dengan Tedjas. Awal cerita bermula dari keikutsertaan Gitta dalam sebuah permainan Pay It Forward yang diposting Yunike di Facebook-nya. Pay It forward adalah permainan meneruskan kebaikan yang kau terima dengan memberikan hadiah kepada 3 orang pertama yang menulis “I’m in”. Tak disangka permainan ini membuatnya kembali bertemu dengan Tedjas yang pernah sekelompok dengannya saat orientasi kampus. Gitta mempunyai kesan buruk tentang Tedjas karena Tedjas-lah kelompok mereka hampir tidak lulus orientasi kampus. Oleh karena itu, mengetahui Tedjas menulis “I’m in” membuatnya tidak tenang. Apalagi Gitta melihat bahwa Tedjas masih Tedjas yang lama. Satu argument kecil membawanya kerumah Tedjas. Secangkir kopi pahit hambar mengubah segalanya. Gitta mulai mengenal pribadi Tedjas yang sebenarnya.

Ketika hubungannya dengan Tedjas terus membaik, muncullah masalah lain. Ada fakta berkaitan dengan mama Gitta yang Ayahnya (Daniel) sembunyikan. Tak sengaja Gitta mengetahui bahwa ada sejumlah kartu pos yang selalu dikirim setiap kali Gitta berulang tahun. Semakin Gitta meminta penjelasan Ayahnya semakin keras menutupinya. Gitta marah dan kecewa terhadap Ayahnya hingga Ia memilih untuk menarik diri serta berdiam. Hubungan ayah-anak pun akhirnya menjadi dingin. Dari siapakah kartu-kartu pos tersebut? Fakta apakah yang selalu disembunyikan oleh Ayahnya? Bagaimanakah kelanjutan hubungan Gitta dan Tedjas?

Novel ini tidak hanya bercerita tentang kisah cinta sepasang remaja namun juga bercerita tentang nilai kekeluargaan. Dua hal inilah yang menjadi fokus utama jalan cerita novel ini. Dalam perjalanan hidupnya Gitta mengalami proses pembelajaran. Dimasa kecil-dewasa Gitta belajar tentang pentingnya arti sebuah keluarga, dibesarkan hanya dengan seorang Ayah dan Oma Hellen membuatnya hidup dalam kelimpahan kasih sayang. Dimasa dewasanya, Gitta belajar bahwa pada kenyataannya hidup tidaklah semanis yang Ia bayangkan. Hidup itu berwarna, manis getirnya selalu menemani sepanjang jalan hidup manusia. Setiap orang punya masalahnya masing-masing dan Pay It Forward hanyalah salah satu cara untuk memberikan sedikit kebahagiaan.

Walaupun penggambaran karakter Gitta sebagai cewek yang ceria, keras kepala dan gengsian cukup kuat namun buat gw karakter yang paling berkesan justru adalah karakter Daniel, Ayahya dan karakter Tedjas. Somehow, karakter mereka berdua menonjol dengan caranya masing-masing. Sejak kematian istrinya, Daniel menggangap Gitta adalah harta yang tak ternilai yang selalu harus dijaga. Tanpa sadar sikapnya menjadi terlalu over-protective. Karena sakit hatinya terhadap keluarga istrinya dan ingin melindungi Gitta, ia menutupi segala fakta yang berkaitan dengan Istrinya tapi Ia tak menyadari bahwa itu salah. Demi Gitta apapun Daniel lakukan, termasuk merelakan cintanya pada seorang wanita. Gw rasa sebagai Ayah, Daniel telah berusaha keras hanya saja Ia lupa bahwa putrinya, Gitta pun telah beranjak dewasa.

Gw kurang setuju dengan karakter Tedjas yang dibilang preman kampus. Menurut gw preman kampus tuh merujuk pada orang yang sukanya berkelahi, cari onar sana-sini. Tapi yang gw lihat disini Tedjas hanya berkelahi satu kali dan sering bolos kuliah. Gw suka dengan karakternya yang cool dan dewasa. Menurut gw, Tedjas tuh anak berbakti banget sama mamanya. Semua masalah yang Ia buat semata-mata Ia ingin dikeluarkan dari kampus sehingga mamanya bisa hidup lebih baik sedikit, tidak lagi mengirit mati-matian demi membiayai kuliahnya. Sebenarnya Tedjas adalah orang yang tahu bahwa hidup tidaklah semanis yang dipikirkan namun ia bisa berkompromi daripada hanya menyesali situasi yang ada. Berkat Gitta-lah akhirnya Ia menyadari pentingnya studi.

“It is funny how from simple words, the best thing begins. Dimulai dari “Kopi?”, dan kini “yuk, kita cari oma lo”. (Hal 120)

“…karena kesepian bisa ngebunuh lo. Karena rasa sepi akan buat lo jadi manusia paling pahit di bumi ini. Dan kalo lo nggak dating sekarang, maka lo nggak akan punya keberanian untuk menginjakkan kaki disana sama sekali” (Hal134)

 Gitta belajar bahwa kalimat sederhana pun bisa mengubah perasaan hati, tidak perlu rayuan gombal tetek bengek. Justru buat Gitta hal sederhana yang diucapkan Tedjas banyak mengajarinya sesuatu, memberinya keberanian untuk bertindak.

“Gue Cuma mau bilang, karena lo udah nggak mungkin berhenti kuliah, cobalah bikin nyokap lo bangga. Ketika nama lo dibacain oleh rector waktu kita lulus, ketika kita akhirnya berhasil diwisuda, bikin nyokap lo bahagia dengan dia bisa duduk di salah satu bangku terdepan. That, I guess, matters, Jas” (Halaman 166)

Dari ucapan Gitta, Tedjas belajar bahwa masih ada cara lain untuk membuat nyokapnya bahagia, bukan cara D.O atau ngirit makanan tapi dengan belajar dan lulus kuliah.
Overall, Setiap manusia mempunyai hantunya masing-masing. Gitta dan Tedja sama-sama menjadi pahlawan dalam hidup mereka masing-masing dan yang terpenting melalui satu sama lain mereka belajar sama-sama untuk menemukan jati diri dalam proses kehidupan.

Novel ini disajikan dengan sederhana, tutur katanya jelas, dan straight-forward sehingga ga bertele-tele. Bagian epilog yang diisi dengan guratan tangan Tedjas pun mempermanis ending cerita ini. Novel ini tidak hanya bercerita tentang manisnya cinta, tapi juga arti pentingnya pertalian keluarga, dan kebaikan dari permainan Pay It Forward itu sendiri.

~ Everyone has their own ghost in their life, but more important is how you will accept it instead of trying to avoid it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s