BOOKS

NEW YORK AFTER RAIN: “There will be rainbow after rain”

a0a3c9dfcffa132fc95f3be7465fcdf4

Pengarang : Vira Safitri | Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2015 | Halaman : 288 halaman
Genre : Romance, Drama | Rating : 8.1

Julia Milano, salah satu editor asal Indonesia yang bekerja di penerbitan BlankInk, New York yang dinaungi oleh Samantha Flynn sebagai direktris utamanya dan Jacob Pierce yang merupakan putra satu-satunya. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya Julia Milano adalah Jane Martin, penulis bestseller terbitan BlankInk. Julia bukan tidak mau membocorkan identitasnya sebagai Jane Martin melainkan ia tidak bisa, karena peraturan kolot di BlankInk tidak memperbolehkannya menjadi penulis dan editor di tempat yang sama.

Ketika tiba-tiba Julia dikabari bahwa Ethan Hall, sutradara ternama ingin mengangkat salah satu novel Jane Martin ke layar lebar Julia menjadi kalang kabut. Pilihan yang Ia punya: mengatakan yang sesungguhnya kepada pihak BlankInk dan berhenti menjadi editor atau menjadi perwakilan dari Jane Martin dan bekerja sama dengan Ethan Hall. Sialnya, Ethan Hall dengan mudahnya menebak Julia Milano dan Jane Martin adalah orang yang sama sehingga untuk tetap menjaga “rahasia” itu Julia harus membuka topeng yang selama ini Ia kenakan dan membuka diri kepada Ethan. Ethan bahkan dengan gampangnya menebak bahwa inisial JP yang ada di setiap novel Julia adalah Jacob Pierce, pria yang dicintai Julia diam-diam sekian lama. Proses pembuatan film mau ga mau membuat hubungan Julia dan Ethan semakin dekat. Namun semakin dekat hubungan mereka, semakin terkuaklah rahasia-rahasia menyangkut masa lalu yang mereka sembunyikan.

Novel ini soooo mellooow… Gue sampe bisa ikut merasakan perasaan Julia yang memendam cinta pada Jacob Pierce namun ga berani mengungkapkannya. Jadi tiap kali Julia mendengar atau melihat Jacob dekat dengan cewek, hati Julia berdarah (*Jieh… bahasa gue horror banget). Sebenarnya hidup Julia selama ini tenang dan damai, sampai Briana teman-slash-editornya mengabari bahwa BlankInk ingin bertemu dengan Jane Martin untuk agenda pengangkatan salah satu novelnya – Goodbye, autumn – ke layar lebar. Belum lagi Ethan hall yang akan menjadi sutradaranya dengan gampangnya menebak identitas rahasia dan cinta sepihak Julia. Julia pun terpaksa menyetujui bahwa Ia akan menjadi perwakilan Jane Martin dan turut terlibat dalam proses pembuatan film dari awal sampai akhir. Semula hubungan Julia-ethan hanyalah sebatas profesionalitas antara sutradara dan penulis namun saat Ethan dirujuk kerumah sakit karena apendiks akut hubungan mereka mulai berubah. Disaat Ethan menceritakan masa kecilnya Julia merasa bahwa Ethan tidak seburuk yang Ia bayangkan dan lagi beberapa orang melihat bahwa ada sesuatu yang tak biasa antara Julia dan Ethan.

Briana mengibaskan tangan didepan wajahnya “Terserah, tapi aku yakin aka nada sesuatu duantara dirimu dan Ethan. Aku bisa melihat dari cara kalian menatap satu sama lain. Aku berani bertaruh untuk itu.” (Halaman 170)

 Berita Jacob Pierce bertunangan membuat Julia patah hati. Alih-alih untuk menghibur dirinya Julia memutuskan untuk berlibur sambil mengunjungi keluarganya di Italia setelah syuting disana berakhir. Ethan pun turut serta menemani. Mereka menghabiskan waktu bersama. Julia merasa menemukan kebahagiaannya disana. Julia menyadari bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan Ethan walaupun sederhana namun anehnya mampu memberikan arti tersendiri baginya.

“Sungguh aneh kau mencari kebahagiaan hingga sejauh ini, padahal kebahagiaan itu ada pada dirimu.” Ethan tersenyum “lakukan apa yang membuatmu bahagia maka kau akan bahagia. Semudah itu.” (Halaman 204)

Liburan singkat itu membuat hubungan mereka semakin dekat. Julia menyadari bahwa Ia tak lagi memikirkan Jacob saat Ethan bersamanya. Ethan pun menyadari bahwa Ia menyukai Julia lebih dari yang seharusnya disaat pernikahannya dengan Miranda sudah dekat. Ketika hati Julia mulai menerima Ethan Ia dikejutkan dengan fakta bahwa pembuatan film ini ternyata ada kaitannya dengan peristiwa kelam masa lalu yang terjadi di jalan Christopher dan itu melibatkan Ethan juga.

“kau tahu mengapa Ethan memilih Goodbye, Autumn untuk diangkat ke layar lebar, Juli? “Ethan memilihnya karena kau menulis nama jalan Christopher pada buku itu…”

(Halaman 238)

Sudah terlambat bagi Ethan untuk menjelaskan semuanya tanpa menghancurkan perasaan Julia.. Julia sekali lagi merasa hancur karena merasa dikhianati oleh Ethan. Selama ini film yang dikerjakannya ternyata hanyalah merupakan misi balas dendam.

“Aku akan menunggumu… aku akan tetap menunggumu, Juli..” (Halaman 275)

“Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun…” (Halaman 281)

Sejak proses pembuatan film berakhir Julia berusaha menghindari Ethan. Tapi Ia tidak bisa mneghindar dari kerinduannya pada Ethan. Dan akhirnya Julia pun mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.. Apakah itu?

Novel ini adalah tentang takdir, tentang bagaimana cinta yang tulus mengatasi dendam dan kebencian. Tentang bagaimana dua insan yang sama-sama memiliki rahasia dan luka masa lalu dipersatukan oleh cinta. Tentang keberanian untuk mengambil resiko karena tanpa keberanian, kita tak pernah tahu apa yang ada didepan kita. Dengan gayanya yang mellow dan romantis, penulis berusaha menyajikan keindahan cinta setelah berhasil melewati badai. Bagian ending-nya pun dibuat dengan manis.

~ There will be rainbow after rain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s